Bojonegoro,potretpos.com- Dugaan penipuan yang melibatkan dua oknum kepala desa (Kades) di Kabupaten Bojonegoro mencuat setelah seorang kontraktor mengaku mengalami kerugian akibat janji proyek fiktif.senin, 3/3/2025.
Korban berinisial (R) yang merupakan warga Kabupaten Ngawi itu mengaku dijanjikan proyek pembangunan desa yang bersumber dari Bantuan Keuangan Daerah (BKD) tahun 2024 oleh dua oknum Kepala Desa dari Kecamatan Purwosari, Kabupaten Bojonegoro.
Sekira bulan Agustus 2024 Sebelum proyek dimulai bertempat di salah satu rumah makan di Ngawi , kedua kepala desa meminta sejumlah uang sebagai jaminan Kepada Korban. Namun, setelah uang disetorkan, proyek tak kunjung terealisasi.
“Awalnya mereka meyakinkan saya bahwa proyek ini sudah disetujui dan tinggal berjalan. Tapi setelah uang kami serahkan, proyek tak kunjung ada kejelasan,” ujar korban kepada awak media.
Korban saat ini masih mengumpulkan informasi dan berkoordinasi untuk menentukan langkah selanjutnya, apakah akan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib atau mencari solusi lain.
Kedua oknum Kepala Desa yang dikonfirmasi terkait dugaan ini saling melempar tanggung jawab, meskipun keduanya mengakui telah menerima sejumlah uang dari korban.
Pada pertengahaan februari silam, Salah satu oknum kades menyampaikan bahwa dirinya hanya memakai separuh dari total uang jaminan tersebut, dan berjanji akan mengembalikan dana yang dia terima setelah ada pencairan anggaran desa.
“Ini baru monev pak minggu-minggu ini. Insya Allah minggu depan udah selesai monev bisa pencairan lagi,” ujar salah satu oknum kades.
Sementara itu, oknum kades lainnya mulai tidak merespon konfirmasi yang dikirim melalui pesan WhatsApp, baik dari tim jurnalis maupun perwakilan korban meskipun awalnya bisa berkomunikasi.
Kasus ini masih dalam tahap pengumpulan informasi dan belum diketahui pasti bagaimana kelanjutannya. Korban masih berharap ada etikat baik dari para oknum kades tersebut.
untuk menjaga nama baik beliau sementara nama desa dan kedua oknum kades masih kami rahasiakan sambil menunggu etikad baiknya, “Imbuh korban”.
Kami akan terus memantau perkembangan kejadian ini dan segera memberikan informasi terkait identitas para oknum kades ini.
pewarta : ( Tim lipsus )















