Madiun.potretpos_ Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kabupaten Madiun memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-16 dengan penuh makna di Desa Kresek, Kecamatan Wungu, pada Kamis (16/10). Peringatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga momentum refleksi dan aksi nyata sosial melalui kegiatan screening kesehatan, pemotongan rambut bagi ODGJ, serta pembagian bantuan permakanan untuk ODGJ dan penyandang disabilitas.

Kegiatan yang berlangsung sederhana namun penuh nilai kemanusiaan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Supriyadi, AP, M.Si, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh TKSK atas dedikasi dan ketulusannya dalam melayani masyarakat selama 16 tahun terakhir.

“Hari lahir TKSK ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum refleksi dan penguatan semangat sosial. Enam belas tahun bukan waktu yang singkat. Dalam perjalanan itu, TKSK telah menjadi garda depan pelayanan sosial — hadir dalam diam, tanpa sorotan kamera, tapi dengan cinta kasih yang nyata,” ujarnya.

 

Supriyadi menekankan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan TKSK dalam peringatan harlah ini adalah contoh konkrit dari kepedulian yang tidak hanya diucapkan, tetapi diwujudkan dalam tindakan.

“Melalui screening kesehatan dan pemotongan rambut bagi ODGJ, serta pemberian bantuan permakanan, kita menumbuhkan kembali martabat dan rasa kemanusiaan. Di sini, kita belajar bahwa kebahagiaan tidak diukur dari seberapa banyak yang kita miliki, tapi dari seberapa tulus kita berbagi,” lanjutnya.

Ia juga menyampaikan bahwa peran TKSK lebih dari sekadar tenaga sosial. Dalam keseharian, mereka kerap menjadi tempat mengadu bagi yang kesepian, penguat bagi yang lemah, dan bukti bahwa masih banyak orang baik di dunia ini.

“Di tangan TKSK, wajah kemanusiaan di daerah ini tetap hidup. Saya bangga dan menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya,” tambahnya.

Tak lupa, Supriyadi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Desa Kresek dan jajaran Kecamatan Wungu atas dukungan dan keterlibatannya dalam menyukseskan kegiatan ini. Ia menekankan bahwa kebersamaan adalah kunci dari setiap gerakan sosial yang bermakna.

“Mari kita jadikan momentum Harlah ke-16 ini sebagai pengingat bahwa pekerjaan sosial bukan sekadar tugas, tapi panggilan hati. Semoga TKSK semakin solid, semakin tangguh, dan terus menjadi pelopor kebajikan sosial di Kabupaten Madiun,” pungkasnya.

Kegiatan ini ditutup dengan pembagian bantuan secara simbolis dan doa bersama. Semangat kebersamaan yang terasa kuat di tengah-tengah masyarakat menjadi penanda bahwa kepedulian sosial di Kabupaten Madiun masih tumbuh dengan subur, berkat insan-insan sosial yang terus menebar kebaikan  dalam diam, namun penuh makna.(red)

 

Follow me!

Reporter: